Rabu, 09 Mei 2012

Makalah Elektroosmosis

ELEKTROOSMOSIS
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Dasar  yang diampu oleh Nur Khomariah, S. T. M. Si.




Oleh:
Sulfika Ningsih
Nim: 1211.057

PRODI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS SAIN AL-QUR’AN JAWA TENGAH
WONOSOBO
2012


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Air merupakan suatu senyawa yang sangat penting bagi mahluk hidup dan ter dapat dimana-mana. Air mempunyai senyawa kimia Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dengan rumus kimia H2O, yang berarti 1 molekul air terdiri dari 2 atom hydrogen yang berikatan dengan 1 atom oksigen.
Setiap bagian tubuh manusia terbuat dari sel-sel. Protoplasma sebagai materi dasar dari sel terbuat dari lemak, karbohidrat, protein, garam dan elemen serupa yang dikombinasikan dengan air. Air sendiri berfungsi sebagai zat pelarut dan pembawa. Sebuah sel akan bertukar komponen dengan organ tubuh lain melalui proses elektrolisis, dimana pada kondisi normal mineral dan elemen mikro lainnya akan menembus membran sel menuju nucleus melalui proses elektro osmosis. Tubuh memerlukan elektrolit untuk menjalankan fungsi dasarnya. Ketika tubuh kekurangan cairan, maka proses elektrolisis tidak dapat terjadi sehingga sel tubuh akan menjadi kering dan mati. Sehingga untuk menjaga supaya sl tubuh tetap terjaga hidrasinya serta keseimbangan elektrokomia tubuh juga tetap terjaga, maka tubuh memerlukan air.

B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka kami menyusun rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian elektroosmosis?
2.      Bagaimana metode yang ada dalam elektroosmosis?
3.      Gejala-gejala apa saja yang terdapat dalam elektroosmosis?
4.      Apa manfaat elektroosmosis?




BAB II
PEMBAHASAN
ELEKTROOSMOSIS

A.     Pengertian elektroosmosis
Pengertian elektroosmosis  atau- osmotic aliranelektro, sering disingkat EOF, identik dengan gerakan cairan yang disebabkan oleh potensi diterapkan dibahan berpori, kapiler,membran, microchannel, atau sauran cairan lain. tabung Karena kecepatan saluran elektroosmosis independen ukuran saluran, selama lapisan ganda jauh lebih kecil dari skala panjang karakteristik saluran,  aliran elektroosmosis paling signifikan ketika disaluran kecil. Aliran elektroosmosis merupakan komponen penting dalam teknik pemisahan kimia, terutama elektroforesis kapiler solution, aliran elektroosmosis dapat terjadi di dalam air di saring alam, serta buffered solusion.
Elektroosmosis merupakan salah Satu metode alternative untuk mengurangi kadar air pada tanah liat lunak, sehingga dapat mengurangi besarnya penurunan yang terjadi bila dilakukan pembebanan. Selain itu elektroosmosis juga dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser tanah .[1]


B.     Metode elektroosmosis
Pada metode ini digunakan batang anoda serta katoda. Bilamana elemen-elemen dialiri listrik maka air akan terurai, H+ pada katoda (disumur besar ) dinetralisir menjadi air dan terkumpul pada sumur lalu dihisab dengan pompa.

Gambar 1, metode elektoosmosis

C.      Gejala elektroosmosis
Metode elektroosmosis terdiri dari menanam seperangkat elektroda  ke dalam tanah lalu melewatkan suatu arus searah (DC) di antara mereka. Arus listrik akan menyebabkan timbulnya aliran air dari anode (yang bermuatan positif) menuju katode (yang bermuatan negatif).[2] Hal ini terjadi karena tarikan kation dan gerakan partikel lempung bermuatan negatif kearah anode. Bersamaan dengan itu, air tertarik menjauhi anode dan dengan kandungan kation bebasnya bergerak mendekati katode, proses mana dikenal dengan penukaran kation (‘cathion exchange’).
Elemen katode biasanya berupa pipa logam berpori yang sekaligus di gunakan sebagai titik sumur (well point). Untuk memompa air dari lapisan tanah (dewatering). Sementara itu elemen anode dapat berupa batang logam. Secara umum, baik  katode maupun anode harus ditempatkan sampai sedalam sekitar 12-15 cm di bawah elevasi terendah yang akan di stabilisasikan. Jarak antara katode biasanya berkisar diantara 50-70 cm, dengan anode di tempatkan di antara setiap 2 buah katode.
Gejala adanya aliran air dalam tanah sebagai akibat arus listrik searah yang dialirkan melewatinya pertama kali diamati oleh Reuss pada tahun 1809, yang kemudian diasosiasikan dengan peristiwa aliran air melalui pipa kapiler dan membrane (karena itu proses tersebut dikenal sebagai sifat elektroosmosis tanah). Penjelasan teoretis pertama mengenai gejala tersebut diberikan oleh Helmholtz pada tahun 1879 dengan konsep lapisan elektrik ganda (electric double layer). Akan tetapi baru casagrande yang mematerikan teknik tersebut untuk keperluan perbaikan sifat-sifat teknis tanah pada tahun 1935. Teknik elektrokinetik[3] membutuhkan tanah yang mengandung mineral lempung, baik yang bersifat plastisitas rendah maupun tinggi dan biasanya dalam kondisi jenuh air (sehingga memerlukan perlakuan khusus).
Nilai kekuatan geser tanah antara lain di perlukan untuk menghitung daya dukung tanah untuk menghitung tekanan tanah bekerja pada tembok penahan tanah.  Menurut Mohr-Coulomb nilai geser tanah dinyatakan dalam
τ = C+ σ tan φ
dimana:
τ = kekuatan geser tanah /tegangan geser pada keruntuhan (Kn/m2)
C = kohesi (Kn/m2)
σ  = tegangan normal rata – rata (Kn/m2)
φ = sudut geser tanah
Dimana C adalah nilai kohesi tanah yang juga ditentukan oleh kadar air di dalam tanah. Metode untuk meningkatkan kekuatan geser tanah yang banyak digunakan terutama di Indonesia adalah cara-cara mekanis. Penelitian tentang elektroosmosis untuk meningkatkan kekuatan geser tanah belum banyak dikembangkan di Indonesia.
Metode elektroosmosis dapat bekerja pada tanah yang mengandung mineral lempung. Baik yang bersifat plastisitas rendah maupun tinggi dan biasanya dalam kondisi jenuh air[4]
Tanah lempung mudah menyerap air sehingga mudah mengalami konsolidasi atau penurunan dan tentunya inilah perilaku yang merugikan bila ingin mendirikan bangunan di atasnya.

Terdapat banyak jenis tanah lempung tetapi yang di kenal ada tiga yaitu :
1.      Kaolinit , formula : Al4 (Si4O10) (OH)8
Kualitasnya lumayan bagus dengan Wp = 32, Wl = 53,dan Pl = 21
2.      Ilite , formula : Al4(Si2Al2)O20. K2(OH)4
Kualitasnya sedang dengan Wp = 53, Wl = 120, Pl = 67
3.      Monmorilonite, formula : Al4(Si6O20).(OH)4.NH2O
Kuaitasnya  jelek dengan Wp = 54, Wl = 710 dan Pl = 656


D.     Manfaat Elektroosmosis
Sering dengan perkembangan yang terjadi saat ini, kebutuhan akan lahan untuk infrastruktur semakin meningkat. Sementara itu kita dihadapkan pada kenyataan akan terbatasnya lahan yang tersedia, sehingga lahan – lahan dengan kondisi tanah yang kurang baik seperti berupa tanah liat lunak terpaksaa ikut dimanfaatkan. Namun untuk dapat menggunakan lahan yang kurang baik itu (tanah liat lunak), harus dilakukuan perbaikan terhadap kondisi tanah terlebih dahulu, untuk meningkatkan kekuatan tanah tersebut serta untuk mencegah terjadinya penurunan yang besar.
Lempung atau tanah liat adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari micrometer. Lempung mengandung leburan silika dan atau aluminium yang halus. Unsur – unsur silikon, oksigen, dan alumunium adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung cenderung bersifat semi konduktor sebagai sifat dari material penyusunnya.
Elemen katode biasanya berupa pipa logam berpori yang sekaligus digunakan sebagai titik sumur (weil point) untuk memompa air dari lapisan tanah (dewatering). Sementara itu elemen anode dapat berupa batang logam.
Teknik elektroosmosis digunakan untuk stabilisasi tanah, meningkatkan geser tanah, atau meningkatkan faktor keamanan lereng melalui tiga proses.[5]
1.      Drainase air dari dalam massa tanah, yang berarti meningkatkan kuat gesernya
2.      Injeksi bahan anode (material grouting lain yang sengaja dipasang pada anode) ke dalam massa tanah yang memperbaiki sifat – sifat gaoteknis massa tanah
3.      Pemasangan batang logam anode dan pipa katode sekaligus telah berfungsi sebagai penulangan tanah.
Drainase elektroosmosis mengubah arah rembesan alami sehingga aliran air yang dihasilkan oleh arus listrik akan melawan gradient hidrolis alami (arah rembesan alami) sehingga akan menetralisir gaya rembesan yang cenderung menurunkan stabilitas massa tanah. Metode elektroosmosis dapat sangat efektif jika digunakan paada tanah dan kondisi yang sesuai, meskipun jumlah air yang dipompa tidak begitu besar.[6]
Rangkaian elektroosmosis dibuat dengan menyiapkan alumunium batangan yang digunakan sebagai anode dan katode. Pada anode dihubungkan dengan genset sebagai sumber energi listrik, sedangkan pada bagian katode terangkai dengan pipa logam berpori yang digunakan sebagai well point.
Usaha untuk memperbaiki kondisi tanah antara lain dengan memanfaatkan teknik Elektroosmosis yaitu dilakukan dengan memberikan suatu beban merata kepada tanah kemudian ditambahkan dengan memasukkan elektroda kedalam tanah tersebut dan mengalirkan arus tegangan DC yang lemah ke elektroda tersebut.
Metode ini tidak membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama, sehingga diharapkan metode ini dapat mengatasi masalah – masalah yang timbul.
            Beberapa alasan pemilihan dengan metode Elektroosmosis :
1.      Mempertimbangkan biaya peralatan yang murah, mudah didapat sehingga dalam segi ekonomis akan lebih menguntungkan.
2.      Elektroosmosis dapat mempercepat proses konsolidasi dan meningkatkan kekuatan kekuatan tanah.
3.      Tidak membutuhkan waktu yang lama.



E.     Beberapa masalah tentang Elektroosmosis
Di samping aspek-aspek yang menarik dari proses elektroosmosis, beberapa masalah telah dijumpai, di antaranya adalah efisiensi proses tersebut berkurang seiring dengan berjalannya waktu dan jarak radial terhadap electrode. Hal ini dikarenakan karena partikel lempung disekeliling anode semakin lama semakin kering, sehingga efektivitas anode dan proses secara keseluruhan semakin berkurang.
Selain itu, masalah lain adalah kebutuhan tenaga yang cukup besar (berkisar antara 1 sampai 10 kW/m3 tanah).
Sebagaimana diketahui, partikel lempung umumnya banyak mengandung unsur silikat (yang diketahui cenderung bersifat semi-konduktor), karena itu tampaknya ada cukup alasan untuk menganggap material lempung lebih bersifat sebagai semi-konduktor daripada sebagai konduktor. Hanya saja, sampai saat ini tampaknya belum banyak kajian/publikasi yang diketahui penulis kearah kemungkinan tersebut.
Pembentukan gas, pengeringan, dan pembentukan retak-retak (fissures) pada electrode juga dapat mengurangi efisiensi metode elektroosmosis dan membatasi besarnya tekanan konsolidasi.[7]

F.      Solusi  masalah tentang Elektroosmosis

1)      Mengganti alat elektroosmosis atau cukup dengan mengganti Anoda saja untuk memaksimalkan efektivitas anoda.
2)      Mengunakan sumber tenaga tambahan agar sumber tenaga mencukupi (berkisar antara 1 sampai 10 kW/m3 tanah).
3)      Memperkecil kemungkinan pembentukan gas dan retak-retak (fissure) pada electrode,agar metode elektroosmosis dapat maksimal.






BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Elektrosmosis merupakan salah satu metode alternative untuk mengurangi kadar air yang ada pada tanah liat lunak, sehingga dapat mengurangi besarnya penurunan yang terjadi bias dilakukan pembebanan. Selain itu elektrosmosis juga dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser tanah.[8]
Metode elektrosmosis terdiri dari menanam seperangkat elektroda ke dalam tanah lalu melewatkan suatu arus searah (DC) di antara mereka. Arus listrik akan menyebabkan timbulnya aliran air dari anode (yang bermuatan positif) menuju ke katode (yang bermuatan negatif).
Lempung atau tanah liat adalah pertikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silica dan/atau alumunium yang halus. Unsure-unsur silicon, oksigen dan alumunium adalah unsure yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung cenderung bersifat semi-konduktor sebagai sifat dari material penyusunnya.


B.     Saran
Untuk meningkatkan kekuatan tanah misal pada tanah lempung yang banyak mengandung air dapat dilakukan dengan metode elektroosmosis.





[1] Cassagrenade,1935
[2] Istilah ‘anode’ dan ‘katode’ diusulkan pertama kali oleh William Whewell kepada Michael Faraday sekitar pertengahan abad 19.
[3] Elektrokinetik adalah suatu metode perbaikan tanah dengan cara memberikan tegangan pada elektroda yang ditanam di tanah untuk memperbaiki karakteristik geoteknik dari tanah lunak
[4] Agarwal,1993
plastisitas rendah (tanah liat yang mengandung sedikit air)
plastisitas  tinggi (tanah liat yang mengandung banyak air)
[5] Barnes,1991
[6] Lee,1994



[7] konsolidasi adalah peristiwa mampatnya tanah karena menderita tambahan  tekanan efektif
[8] Cassagrenade,1935

Tidak ada komentar:

Posting Komentar