A. JUDUL
“PENGEMBANGAN TEROPONG WEBCAME DAN APPLIKASI
TERINTEGRASI BERBASIS WEBSITE MENENTUKAN RUKYATUL
HILAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN”
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan dalam ilmu pengetahuan astronomi mengakibatkan para
ahli astronom modern mengembangkan prinsip kerja teropong sederhana menjadi
agar lebih sempurna dan jauh jarak pantaunya jutaan tahun cahaya.Teropong
mempunyai fungsi, yaitu mengamati benda dengan jarak yang sangat jauh agar
lebih jelasterlihat.
Namun, Pemanfaatan teropong untuk penelitian dan media pendidikan itu
semua belum dapat dinikmati semua kalangan.Sedangakan rukyatul hilal
penentuan awal bulan dengan mengamati bulan untuk awal bulan ramadhan, tidak
diketahui akademika.
Dengan hadirnya Teknologi Informasi, kemampuan komputasi sebuah
keping prosesor, jumlah transistor dalam tiap sentimeter wafer semikonduktor,
membawa alam semesta ini ke dalam PC. Banyak vendor software yang
berinovasi dengan membawa jagat raya ke dalam monitor dan metode hisab telah
menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai
perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Namun, tidak disertakan
rumus proses penerapan hisab pada software astronomi.
Hisab seringkali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil
hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi
berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi
geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang
sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau disebut pula
satu periode sinodik.Perbedaan yang selalu terjadi membuat masyarakat semakin
heran dan bertanya-tanya, mengapa dalam permasalahan awal bulan ulama
1
panutan kita tidak dapat bersepakat? Oleh karena itu, pendidikan publik melalui
diskusi dan seminar merupakan kebutuhan yang selayaknya diselenggarakan.
Kesadaran pemanfaatan teknologi sebagai media dan alat bantu makin hari
makin kompleks, termasuk kebutuhan di dunia pendidikan. Pendidikan berbasis
teknologi adalah bagaimana pemanfaatan atas teknologi yang diciptakan untuk
dunia pendidikan. Akademika memandang pentingnya teknologi sebagai alat
bantu pembelajaran sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Apakah
Guru dan dosen sudah benar-benar memanfaatkannya? Guru dan Dosen sebagai
barisan garda depan perjalanan proses belajar mengajar dituntut untuk kreatif dan
dinamis dalam menyampaikan materi pembelajaran. Metode dan strategi mengajar
pun di tuntut lebih variatif. Namun guru dan dosen belum sepenuhnya
menggunakan mediapembelajaran berteknologi.Mahasiswa itu tempatnya berfikir
dan menciptakan sesuatu yang baru, bukan menjalankan saja.
Untuk itu kami memadukan teropong sederhana dan mengembangkan
applikasi berbasis website untuk lebih mudah diketahui dan dijadikan media
pembelajaran, dengan judul penelitian “PENGEMBANGAN TEROPONG
WEBCAM DAN APPLIKASI TERINTEGRASI BERBASIS WEBSITE
MENENTUKAN RUKYATUL HILAL SEBAGAI MEDIA PENELITIAN DAN
PEMBELAJARAN”.
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut :
“Pengembangan media pembelajaran menggunakan applikasi basis web yang
memanfaatkan teropong sederhana dan webcam,khususnya rukyatul hilal
pada umumnya ilmu astronomi”
D. TUJUAN
Tujuan diadakan pengembangan media pembelajaran diantaranya sebagai
berikut:
2
1. Tujuan media pembelajaran secara umum diantaranya: 1. Efektivitas dan
efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, 2. Meningkatkan motivasi belajar
siswa, 3. Variasi metode pembelajaran, dan 4. Peningkatan aktivasi siswa
dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Mengetahui rukyatul hilal dimanapun kita berada hanya melalui internet
3. Mudah dijangkau oleh sekolah dan semua kalangan karena biaya lebih murah
bahkan tanpa biaya.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dari program pengembangan paduan ini adalah
tercipta Pendidikan berbasis teknologi sebagai alat bantu pembelajaran Guru dan
dosen serta akademika agar proses belajar mengajar lebih kreatif variatif dan
dinamis dalam menyampaikan materi pembelajaran dan prakteknya, serta
pemanfaatan teknologi akan lebih nyata dalam dunia pendidikan semakin mudah
dan hemat. Harapan lain dalam dunia penelitian adalah lebih dinamis dan dapat
diterima masyarakat pada umumnya.
F. KEGUNAAN
1. Bagi mahasiswa
a. Sebagai sarana dalam menyelesaikan suatu permasalahan dibidang yang
diketahui untuk mempersiapkan diri dalam dunia kerja.
b. Sebagai penerapan teori yang di dapat dibangku kuliah.
c. Sebagai kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan alat tepat guna
2. Bagi jurusan/lembaga perguruan tinggi
a. Mengetahui sejauh mana mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang
digeluti selama mengikuti kuliah.
b. Sebagai salah satu perbandingan media pembelajaran dan sebagai
motivator untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan sistem
pembelajaran yang ada baik sarana maupun prasarananya.
3. Bagi pemerintah, peneliti, masyarakat, dan dunia pendidikan.
3
a. Sebagai alat untuk pemerintah memberikan info lebih akurat kepada
masyarakat.
b. Sebagai alat untuk penelitian yang lebih dinamis.
c. Meningkatkan mutu pendidikan dalam metode, strategi dan media
pendidikan.
d. Menghemat biaya pendidikan dalam menyediakan media pembelajaran.
e. Mewujudkan pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan.
G. TINJAUAN PUSTAKA
1. Dasar Teori
Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan berlandaskan teori
sebagai berikut: ....
H. METODE PELAKSANAAN
Untuk pengembangan media pembelajaran dan mencapai tujuan
diperlukan beberapa perangkat yaitu: perangkat keras (hardware) berupa
komputer lengkap dengan webcam dan teropong sederhana, dan perangkat lunak
(software) berbasis web dengan bahasa php, html, mysql, javascrip, java, css.
Dapatmelalui tahapan sebagai berikut:
4. Desain struktur pemanfaatan teropong dan webcam.
5. Desain sistem yang akan dikembangkan.
Pengembangan yang akan dilakukan ini didesain untuk jangka waktu
dekat. Berdasarkan desain struktur secara garis besar di atas akan dijabarkannya
menjadi aktivitas pengembangan dan indikator kinerjanya dalam Gambar 2.
Uraian secara rinci kegiatan pengembangan dideskripsikan sebagai berikut.
6. Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu
pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.Berkenaandengan model
pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (DediSupriawandan A.
Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4kelompok model pembelajaran,
yaitu: (1) model interaksisosial; (2) model pengolahaninformasi; (3) model
personal-humanistik; dan (4) model modifikasitingkahlaku.